Bengkulu
(20/3)
– Pertengahan tahun 2016 lalu menteri pendidikan Muhajir Effendi melontarkan
sebuah wacana untuk menghapus Kegiatan UN (Ujian Nasional) dari sekolah, banyak
pihak yang mendukung tapi tidak sedikit juga yang tidak suka dengan wacana
tersebut. Susilowati adalah kepala sekolah SDN 69 Kota Bengkulu yang merasa
jika UN dihapus tidak masalah atau jika tetap ada pun juga tidak masalah.
Tidak
masalah jika dihapus, menurutnya karena penentu prestasi siswa dalam belajar
bukanlah ujian nasional “ ya, kalau bagi saya ujian Sekolah saja sudah cukup
untuk menentukan kelulusan siswa”. Dan tidak masalah juga jika tetap ada,
menurut Susilowati adanya UN juga bisa dipakai untuk mengukur tingkat kecapaian
siswa dalam hal belajar. Susilowati juga agak menyayangkan proses pelaksanaan
kegiatan UN tersebut, karena seolah ujian sangatlah berat hingga adanya polisi
yang mengawas dan siswa juga agak tertekan karena nilai kelulusan juga
ditentukan minimalnya, padahal siswa yang kurang baik dalam akademik bisa saja
berprestasi dalam bidang non akademik.
KEPSEK
SDN 69 ini berharap agar proses kegiatan UN ini diperbaiki lagi dan juga untuk
kisi-kisi soal seharusnya disesuaikan dengan letak sekolah –sekolah di daerah
karena apa yang di pahami di daerah belum tentu sama dengan pemahaman kisi-kisi
tingkat nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar