Bengkulu – ada istilah
“Tangan di atas lebih baik dari pada tangan dibawah”. Sepertinya istilah itu
sulit di wujudkan di kehidupan nyata, kenapa? Bisa kita lihat dari banyaknya pengemis
di tempat-tempat umum misalnya saja di pasar, terminal, tempat-tempat wisata,
dan di kota bengkulu yang bisa dijadikan contoh ialah di Mega Mall.
Mega Mall adalah salah satu
super market yang ada di bengkulu yang terletak di Pasar Minggu, wajah Mega
Mall sejujurnya tidak terlalu terkesan "Elit", karena lokasinya yang berdampingan dengan
Pasar Tradisional yang penuh sesak, ditambah lagi dengan banyaknya pengemis di sekitaran Mega
Mall. Nampaknya Pengemeis paham betul akan peluang, melihat banyaknya
pengunjung Mega Mall membuat banyak pengemis berdatangan dan duduk
meminta-minta di sekitaran Mega Mall.
Misalnya Nurhayati, ia adalah
salah satu dari banyaknya pengemis di sekitar Mega Mall, ia berkata kalau ia
tidak selalu mengemis di sini, tapi melihat benyaknya pengunjung membuat ia
menjadikan tempat ini tujuan yang tepat untuk mengemis. Mengenai penghasilan ia
mengaku penghasilannya mengemis tidak selalu cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Saat di wawancarai Nurhayati sebenarnya tidak terlalu terlihat layaknya seorang
pengemis yang lusuh bahkan suaranya pun masih terdengar lantang. Nuthayati sendiri sudah mulai mengemis sejak
suaminya wafat dan usahanya bangkrut. Karena tidak ada uang yang tersisa
membuat ia terjun jadi seorang pengemis untuk menghidupi 2 anaknya yang masih
ditanggungnya, sementara 1 anak tertuanya sudah menikah. Kedua anak Nurhayati
tidak mempermasalahkan kegiatannya yang mengemis tersebut. Justru nurhayati
bilang ini demi menyekolahkan anaknya dan biaya kehidupan sehari hari seperti
ongkos anak, bayar listrik dan makan.
Mengenai apa yang akan
dilakukannya suatu hari kedepan, Nurhayati bilang tidak akan selamanya
mengemis, ia berkata bahwa kalau ia sudah punya cukup modal maka ia akan
memulai usaha lain dan berhenti mengemis, bisa di bilang Nurhayati saat ini
mengemis untuk mengumpulkan modal untuk buka usaha. Tulisan ini bukan bermaksud menyarankan tapi Tepat atau tidaknya tindakan yang dijalankan Nurhayati
silahkan disikapi masing-masing karena tulisan ini hanya menyampaikan informasi
yang didapat dari hasil wawancara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar