Selasa, 25 April 2017

Gadget Jadi Gaya Hidup








         Bengkulu – Gadget Smartphone atau dalam bahasa indonesianya adalah Telepon Pintar adalah telepon genggam yang kini menjamur dikalangan masyarakat fungsi gadget sendiri juga beragam sehingga pengguna bisa menyesuaikan tipe gadget dengan kebutuhan gaya hidupnya.

            Dahulu telepon genggang hanya sebuah alat untuk berkomunikasi jarak jauh, mengirim pesan singkat dan email, tapi kini dengan berkembangnya teknologi telepon genggam pun juga berkembang dan sekarang memiliki banyak fungsi bahkan bisa dibilang hampir sama fungsinya dengan sebuah komputer. Lalu bagaimana dengan penggunanya? Lena Mahasiswi dari Universitas bengkulu berpendapat kalau gadget menjadi sebuah alat yang digandrungi banyak kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa dalam usia lanjut. Hal ini tentu membuat banyak produsen gadget berlomba-lomba membuat produk gadget yang murah namun berkualitas.

           Gadget kini menjadi gaya hidup, bagaimana tidak. Sekarang kapan dan dimana saja seseorang pasti sibuk dengan gadget di tangannya entah apa yang dikerjakan tetapi hal ini sudah lumrah di zaman sekarang ini. Dan yang paling tidak ketinggalan adalah berfoto ria menggunakan kamera smartphonenya. Berfoto menggunakan gadget seakan menjadi hal wajib jika dalam momen-momen tertentu atau bahkan hanya sekedar iseng saja.

            Dari semua manfaat yang bisa dinikmati dari teknologi ini sudah seharusanya sebagai makhluk hidup yang berakal lebih memanfaatkannya pada tujuan yang positif, menempatkan fungsi teknologi tersebut pada tempatnya tidak menyalahgunakan kemudahan yang diberikan.

Awasi Anak saat Bermain Gadget



            Bengkulu (25/4) – Generasi sekarang ini memang sudah dimudahkan bahkan dimanjakan dengan adanya teknologi canggih yang disebut Gadget ‘Smartphone’ atau telepon pintar. Dan penggunaan gadget ini juga tidak sulit sehingga membuat anak-anak bisa dengan mudah menguasai dan mengoperasikan gadget yang ia punya. Tapi dibalik kemudahannya terdapat segudang hal-hal negatif yang dapat merusak pikiran seorang anak yang menggunakan gadget.

            Lena seorang mahasiswi universitas bengkulu berpendapat kalau memiliki gadget itu penting untuk kalangan dewasa, tetapi tidak untuk anak-anak karena dengan kemudahan gadget, anak-anak mengakses hal-hal yang tidak sepatutnya “ Kalau untuk anak-anak memiliki gadget itu tidak terlalu penting, takutnya mereka melihat situs-situs yang nggak baik “ ujar Lena. Maka dari itu sudah jadi peran orang tua untuk mengawasi anaknya yang bermain gadget.

            Untuk kedepan diharapkan anak-anak yang bermain gadget bisa lebih diawasi oleh orang tuanya agar si anak dapat memanfaatkan fungsi gadget dengan sebaik-baiknya.

Selasa, 11 April 2017

Akankah belajar Seharian, Efektif?



     BENGKUKLU – Kalangan akademis, Mahasiswa FKIP Universitas Bengkulu. Safira, menyatakan menyatakan kalau ‘Full Day School’ masih belum cocok apalagi untuk anak sekolah dasar (SD) untuk di terapkan di sistem pendidikan Indonesia saat ini. Karena masih banyak sekolah yang fasilitasnya belum memadai.

     Walaupun Sabtu- Minggu libur menurut Safira Siswa tidak harus dipaksa belajar seharian karena mereka juga butuh bermain, istirahat dan juga berkumpul dengan keluarga. “ya, Karena siswa butuh refreshing dan bermain dengan teman”. Jika dibandingkan dengan di luar negeri sudah pasti memiliki fasilitas dan manajemen sistem yang baik, misalnya di Prancis.

     ‘Full day School’ memancing banyak reaksi dari yang Pro hingga yang Kontra. Tujuan menteri pendidikan menerapkan sistem baru ini adalah sudah pasti untuk kemajuan pendidikan Indonesia. Tetapi perubahannya yang timbul secara mendadak dan juga di situasi pendidikan yang memang belum cukup baik ini membuat pihak Kontra jauh lebih banyak.


Sistem Pendidikan yang akan Mengembangkan Karakter Siswa



   
       Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, Presiden Joko Widodo telah berpesan bahwa kondisi ideal pendidikan di Indonesia adalah ketika dua aspek pendidikan bagi siswa terpenuhi. dua aspek pendidikan itu ialah pendidikan karakter dan pengetahuan umum. Untuk memenuhi pendidikan karakter di sekolah itu, Kemendikbud akan mengkaji penerapan sistem belajar mengajar dengan Full Day school

       Full Day School ini bukan berarti para siswa belajar selama sehari penuh di sekolah. Program ini memastikan siswa dapat mengikuti kegiatan-kegiatan penanaman pendidikan karakter, misalnya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. lingkungan sekolah harus memiliki suasana yang menyenangkan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran formal sampai dengan setengah hari, selanjutnya dapat diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler.

    Walaupun begitu, masih banyak yang menolak adanya Full Day School misalnya Safira, Mahasiswa FKIP Universitas bengkulu “ Menurut saya sistem ini masih belum cocok diadakan di Indonesia khususnya anak anak sekolah dasar, mereka masih butuh waktu bermain dengan teman, istirahat, dan berkumpul dengan keluarga” ujar Safira. Selain itu Fasilitas yang ada juga belum mumpuni untuk menunjang sistem Full Day School.

    Walaupun masih banyak yang menolak tapi sangat membantu untuk mengembangkan karakter siswa sehingga terhindar dari hal-hal negative seperti NARKOBA, Tawuran, Pergaulan bebas dan hal-hal negative lainnya.

Selasa, 04 April 2017

SMKN 2, Ujian Nasional Berbasis Komputer







  

    BENGKULU (03/4)- Ujian Nasional tahun ajaran 2016-2017 tingak SMA/SMK sudah dimulai sejak 3 April kemarin beberapa sekolah melaksanakan UN seperti tahun-tahun sebelumnya namun ada beberapa sekolah yang sudah tersertifikasi melaksanakan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). SMK Negeri 2 Kota Bengkulu adalah salah satu dari sekolah di Kota Bengkulu yang melaksanakan UNBK.

   Pelaksanaan UNBK SMKN 2 ini dilaksanakan di kantor LPTIK Universitas Bengkulu, karena keterbatasan fasilitas yang ada disekolah tersebut. Siswa cukup semangat menghadapi UN ini Misalnya Taufan, salah satu siswa SMKN 2 “ ya, sebenarnya agak kaget kalau ternyata tahun ini Ujian Nasional di laksanakan dengan Komputer karena, biasanya saya pakai pensil dan penghapus diatas kertas, untungnya ada simulasi yang membantu kami agar mengerti proses pengerjaan Soal Ujian menggunakan Komputer”. Walaupun sudah melewati simulasi-simulasi tetapi ketegangan tetap ada diantara siswa karena yang ditakutkan adalah Komputer atau jaringan yang tiba-tiba bermasalah saat ujian berlangsung.

   Untuk kedepannya Taufan berharap agar UNBK ini dapat berjalan lebih baik terutama bagi SMKN 2 karena masih belum memiliki fasilitas yang mencukupi jadi menumpang tempat ujiannya, jadi ia berharap agar fasilitas disekolah lebih lengkap sehingga adik-adik kelas yang juga akan melaksanakan UNBK dapat melaksanakannya di sekolah sendiri dengan nyaman.

Tidak ada Kendala Di Hari Pertama UNBK





    BENGKULU- Ujian Nasional tingkat SMA/SMK telah dimulai pada 3 April kemarin, UN tahun ini terbagi menjadi dua kategori ada sekolah yang masih melaksanakan UN seperti tahun sebelumnya yakni menggunakan kertas pensil dan penghapus, dan ada beberapa sekolah yang sudah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

   UNBK adalah ujian yang dilaksanakan dan proses pengerjaannya menggunakan computer dan jaringan internet dimana siswanya menggunakan komputer untuk membaca dan menjawab soal ujian, pada prosesnya ini siswa memiliki akun masing-masing untuk bisa mengakses soal ujiannya sehingga membuat siswa memiliki pertanyaan yang berbeda beda, dan tidak bisa tukar menukar lembar pertanyaan karena pertanyaan sudah disinkronkan sesuai akun masing-masing. SMKN 2 adalah sekolah di Kota Bengkulu yang melaksanakan UNBK, tempat pelaksanaannya adalah di kantor LPTIK Universitas bengkulu.

    Pada pelaksanaannya sejak hari pertama tidak ada gangguan yang berarti bagi siswa yang menjalani ujian. Berbeda saat simulasi yaitu terdapat gangguan Server jaringan dan membuat siswa merasa panik, untungnya pengawas bersedia membantu jika terjadi kesalahan sistem, dan jika memang terjadi siswa tidak perlu panik karena akan diperbaiki langsung oleh ahli yang sudah berjaga, dan ujian tidak perlu diulang hanya perlu melanjutkan yang sebelumnya tertunda.

      Taufan salah satu siswa peserta UNBK berharap agar kedepannya sistem UNBK dapat lebih baik, dan juga agar SMKN 2 tempatnya bersekolah sudah memiliki fasilitas yang cukup untuk melaksanakan UNBK dengan nyaman tanpa perlu menumpang.