Selasa, 28 Maret 2017

Musim Cupang, Pedagang Ikan Senang






               Bengkulu (29/03) – Belakangan ini sedang musimnya ikan Cupang, makanya sering terlihat di tepi tepi jalan di kota bengkulu pedagang kaki lima yang menjual ikan cupang, atau yang memang menjual ikan hias kini juga menambah barang dagangan baru yaitu ikan cupang, pedangang ikan cupang ini bisa kita lihat di beberapa tepian jalan dan depan sekolah dasar.
                Eri misalnya lelaki ini sudah berjualan ikan hias cukup lama tapi berpindah-pindah kini ia berjualan di belakang SMAN plus 7 Kota Bengkulu. Saat ini dia juga menambah barang dagangannya yaitu ikan cupang “ Iya, sekarang memang sedang musim ikan cupang, biasanya bisa dua kali dalam 1 tahun”. Ia bilang dengan adanya musim ikan cupang ini bisa menambah penghasilannya berjualan ikan hias, karena peminat ikan Cupang ini cukup banyak, mulai dari anak-anak hingga dewasa., dan yang paling sering membeli ikan cupang adalah anak-anak.
                Walaupun dibilang cukup dalam member penghasilan tapi Eri mengaku kalau perthatian terhadap ikan Cupang ini masih kurang, dan dalam hal pakan juga masih cukup sulit untuk ikan ini, Eri berharap kedepannya agar popularitas ikan cupang semakin berkembang seperti mengadakan kontes, dan adanya komunitas-komunitas ikan Cupang.

Cupang,Ikan Rawa yang Berkelas






               
               Bengkulu – Ikan Cupang  Siapa sih yang tidak tahu ikan yang satu ini, ikan ini cukup digandrungi banyak kalangan entah itu anak-anak, remaja, hingga dewasa sekalipun kalangan sederhana hingga kalangan elit. Ikan ini memiliki bentuk yang khas karena memiliki tampilan yang cantik sehingga membuat mereka yang melihatnya akan tertarik, tak heran jika ada ikan Cupang yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.
                Ikan Cupang ini termasuk ikan endemik asia, ikan ini bisa di dapatkan di rawa-rawa. Ikan Cupang memiliki beberapa jenis jenis yang paling di gemari adalah jenis Cupang hias karena tampilan ikan jenis ini sangatlah indah, berbeda dengan jenis lainnya yaitu Cupang Adu, Cupang adu dikhusukan bagi mereka yang suka mengadu Ikan Cupang. Yah sebenarnya sih tidak boleh mengadu domba tapi yang namanya manusia akan melakukan apapun demi kepuasan.
                Eri adalah Seorang Penjual ikan hias kaki lima yang ada di Kota Bengkulu ia berdagang di belakang SMAN plus 7. Ia menjual beberapa ikan hias, dan kebetulan sekarang sedang musim iman Cupang maka ia menambahakn ikan Cupang sebagai Ikan yang  ia jual di warungnya harga yang ditawarkan mulai dari 5 ribu hingga 50 ribu rupiah, dan hasilnya pun cukup baik karena peminat ikan Cupang Cukup Banyak, misalnya anak-anak SD yang pulang sekolah mampir ke warungnya untuk membeli beberapa ikan, walaupun ikan yang dibeli adalah ikan yang murah tapi terkadang anak SD bisa membeli ikan hingga lebih dari 2 Ekor. Ikan yang dijual oleh Eru ini di pasok dari Bogor.
                Cupang memang diminati banyak kalangan tapi belum dapat dikatakan sempurna untuk ukurang Kota Bengkulu makanya Eru berharap akan ada kegiatan-kegiatan yang membuat ikan Cupang lebih terkenal di kota Bengkulu seperti mengadakan Kontes, dan juga membentuk Komunitas Pecinta ikan Cupang.

Senin, 20 Maret 2017

Ujian Nasional tetap ada, Bagaimana Jika Dihapus ?






           Bengkulu (20/3) – Pertengahan tahun 2016 lalu menteri pendidikan Muhajir Effendi melontarkan sebuah wacana untuk menghapus Kegiatan UN (Ujian Nasional) dari sekolah, banyak pihak yang mendukung tapi tidak sedikit juga yang tidak suka dengan wacana tersebut. Susilowati adalah kepala sekolah SDN 69 Kota Bengkulu yang merasa jika UN dihapus tidak masalah atau jika tetap ada pun juga tidak masalah.
            Tidak masalah jika dihapus, menurutnya karena penentu prestasi siswa dalam belajar bukanlah ujian nasional “ ya, kalau bagi saya ujian Sekolah saja sudah cukup untuk menentukan kelulusan siswa”. Dan tidak masalah juga jika tetap ada, menurut Susilowati adanya UN juga bisa dipakai untuk mengukur tingkat kecapaian siswa dalam hal belajar. Susilowati juga agak menyayangkan proses pelaksanaan kegiatan UN tersebut, karena seolah ujian sangatlah berat hingga adanya polisi yang mengawas dan siswa juga agak tertekan karena nilai kelulusan juga ditentukan minimalnya, padahal siswa yang kurang baik dalam akademik bisa saja berprestasi dalam bidang non akademik.
            KEPSEK SDN 69 ini berharap agar proses kegiatan UN ini diperbaiki lagi dan juga untuk kisi-kisi soal seharusnya disesuaikan dengan letak sekolah –sekolah di daerah karena apa yang di pahami di daerah belum tentu sama dengan pemahaman kisi-kisi tingkat nasional.

Ganti Pengurus, Ganti juga Sistemnya



     


        BENGKULU – Seperti yang kita Ketahui bahwa setiap penggantian menteri pendidikan di Indonesia maka akan berganti juga cara sistem pendidikan yang ada, misalnya saja saat menteri pendidikan dijabat oleh Anies Baswedan, saat itu Kurikulum baru dalam dunia pelajar muncul yang di sebut Kurikulum 13, dimana banyak siswa yang kurang senang tapi kurikulum ini sudah berjalan di sekolah-sekolah yang ditetapkan untuk menganut Kurikulum 13.
      Masa kepemimpinan Anies Baswedan sebagai menteri pendidikan tidak berlangsung lama karena kabinet kerja presiden jokowi kembali di Kocok ulang dan menteri pendidikan pun kembali diganti. Dan kini dijabat oleh Muhajir Effendi. Sejak diangkatnya dia sebagai menteri ia mulai bekerja layaknya menteri pendidikan, program kerjanya yang fenomenal waktu itu adalah Full day School, dimana jam belajar siswa kembali ditambah melebihi Kurikulum 13, siswa Mulai Belajar pada Jam 7 pagi dan pulang sekolah jam 5 sore, sementara hari sabtu dan minggu libur.
      Selain Full Day School, Pertengahan menjelang akhir tahun 2016 lalu ia mengeluarkan wacana akan dihapusnya Ujian Nasional Tingkat SD hingga SMA. Dan pendapat ini mendapat berbagai respon, baik itu respon yang mendukung dan juga respon yang menolak. Susilowati adalah Kepala Sekolah SDN 69 kota Bengkulu, ia tidak terlalu memusingkan akan adanya wacana ini baginya Ujian Nasional bisa dibilang penting bisa juga tidak karena Ujian Nasional bisa dipakai untuk tolak ukur kecapaian tingkat belajar siswa. Dibilang tidak terlalu penting karena tidak semua siswa baik di bidang akademik tapi banyak siswa yang menonjol dibidang non-Akademik.
      Susilowati berharap jika Ujian Nasional Dihapus maka diganti dengan sistem yang lebih baik sementara jika ujina nasional tetap ada maka sistemnya harus diperbaiki, sehingga Ujian Nasional tidak Menjadi “Momok” bagi siswa.

Selasa, 14 Maret 2017

Mengemis Untuk Hidup





                Bengkulu (14/3) – Mega Mall adalah salah satu suoer market yang ada di Bengkulu, Mega Mall Terletak di Pasar Minggu, tempat ini tidak pernah sepi pengunjung, banyaknya pengunjung inilah yang membuat Pengemis banyak berdatangan dan duduk di sekitaran Mega Mall untuk meminta-minta pada pengunjung yang datang ke Mega Mall.

                Nurhayati adalah salah seroang dari beberapa pengemis yang mengemis di sekitaran  Mega Mall.  Nurhayati Mengaku kalau ia mulai mengemis sejak suaminya wafat, dan usaha dagang yang dikerjakannya bangkrut. Ia berkata bahwa ia memiliki 3 anak, yang paling tua sudah menikah dan yang lainnya masih duduk di bangku sekolah. “ saya tidak selalu mengemis disini, kalau disini tidak dapat uang maka saya keliling ke tempat lain “ Ujar Nurhayati. Sementara untuk penghasilan  Nurhayati  mengaku kalau penghaslan tidak selalu cukup untuk kebutuhan sehari-hari maka terkadang ia meminjam oleh tetangga.

                Saat diatanya mengenai tanggapan keluarga mengenai kegitatan yang dilakukannya ia bilang tidak ada yang melarang dan Nurhayati berasalan mencari uang untuk menyekolahkan anak. Lalu untuk rencana kedepan Nurhayati Berkata kalau ia tidak akan selamanya mengemis ia akan mencari usaha lain maksudnya adalah mengemis bisa dibilang mengumpulkan modal untuk buka usaha.

Mengemis Untuk Mengumpulkan Modal (?)





                 Bengkulu – ada istilah “Tangan di atas lebih baik dari pada tangan dibawah”. Sepertinya istilah itu sulit di wujudkan di kehidupan nyata, kenapa? Bisa kita lihat dari banyaknya pengemis di tempat-tempat umum misalnya saja di pasar, terminal, tempat-tempat wisata, dan di kota bengkulu yang bisa dijadikan contoh ialah di Mega Mall.
                Mega Mall adalah salah satu super market yang ada di bengkulu yang terletak di Pasar Minggu, wajah Mega Mall sejujurnya tidak terlalu terkesan "Elit", karena lokasinya yang berdampingan dengan Pasar Tradisional yang penuh sesak, ditambah lagi dengan banyaknya pengemis di sekitaran Mega Mall. Nampaknya Pengemeis paham betul akan peluang, melihat banyaknya pengunjung Mega Mall membuat banyak pengemis berdatangan dan duduk meminta-minta di sekitaran Mega Mall.
                Misalnya Nurhayati, ia adalah salah satu dari banyaknya pengemis di sekitar Mega Mall, ia berkata kalau ia tidak selalu mengemis di sini, tapi melihat benyaknya pengunjung membuat ia menjadikan tempat ini tujuan yang tepat untuk mengemis. Mengenai penghasilan ia mengaku penghasilannya mengemis tidak selalu cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Saat di wawancarai Nurhayati sebenarnya tidak terlalu terlihat layaknya seorang pengemis yang lusuh bahkan suaranya pun masih terdengar lantang.  Nuthayati sendiri sudah mulai mengemis sejak suaminya wafat dan usahanya bangkrut. Karena tidak ada uang yang tersisa membuat ia terjun jadi seorang pengemis untuk menghidupi 2 anaknya yang masih ditanggungnya, sementara 1 anak tertuanya sudah menikah. Kedua anak Nurhayati tidak mempermasalahkan kegiatannya yang mengemis tersebut. Justru nurhayati bilang ini demi menyekolahkan anaknya dan biaya kehidupan sehari hari seperti ongkos anak, bayar listrik dan makan.
                Mengenai apa yang akan dilakukannya suatu hari kedepan, Nurhayati bilang tidak akan selamanya mengemis, ia berkata bahwa kalau ia sudah punya cukup modal maka ia akan memulai usaha lain dan berhenti mengemis, bisa di bilang Nurhayati saat ini mengemis untuk mengumpulkan modal untuk buka usaha. Tulisan ini bukan bermaksud menyarankan tapi Tepat atau tidaknya tindakan yang dijalankan Nurhayati silahkan disikapi masing-masing karena tulisan ini hanya menyampaikan informasi yang didapat dari hasil wawancara.