BENGKULU – “Cintailah produk-produk
Indonesia!” kita pasti sering mendengar slogan tersebut, slogan itu mengajak
kita untuk mencintai dan menghargai produk-priduk dalam yang dibuat dalam
negeri, tapi bagaimana dengan sebuah produk karya sastra yang disebut ‘Komik’
semua pasti tahu komik, tapi jika ditanya apa saja komik Indonesia yang
diketahui, pasti sedikit yang mereka ketahui atau bahkan ada yang tidak tahu
sama sekali sementara untuk komik dari produk luar negeri banyak yang tahu.
Komik adalah sebuah karya sastra
seperti novel namun bedanya dipadukan dengan visual gambar, sehingga dapat
mengurangi kata-kata dan kata-kata itu dilengkapi dengan gambar yang dibuat
oleh komikus itu sendiri. Kita semua tahu komik legendaris seperti Gundala
Putera Petir karya almarhum Hasmi. Lalu bagaimana dengan komik lokal zaman
sekarang? saat ini komik lokal sedang marak-maraknya tapi sayangnya yang
mengetahui hal ini hanya mereka yang benar-benar pemerhati komik karena selain
membaca komik terjemahan dari luar negeri mereka yang sangat juga memerhatikan
perkembangan komik lokal. Mereka yang tidak mengetahui hal tersebut biasanya
sudah sangat terhipnotis dan lebih peduli dengan komik terjemahan atau impor
yang memang kualitasnya cukup tinggi.
Frida
Seorang Warga Bengkulu yang sedang berbelanja komik di Gramedia Mega Mall
mengatakan kalau komik Indonesia saat ini bagus, tapi gaya gambarnya
terpengaruh dari luar negeri dan itu bukan masalah baginya karena itu bisa menarik
pembaca, dan lagi komik yang dibuat tidak menghilangkan ciri khas Indonesia.
Sementara Ridwan berpendapat bahwa komik lokal ini kalah dengan banyaknya
komik-komik asing yang terus-menerus datang ke Indonesia.
Jadi,sebenarnya komik karya anak
bangsa zaman sekarang ini cukup bagus dan bahkan juga sudah ada yang Go
International dengan kata lain sudah layak saing dengan komik terjemahan, itu
semua karena adanya usaha dari komikus dan pihak publisher dan untuk pihak
penjual seharusnya juga menghargai komik lokal dengan memajangnya di rak yang
terlihat dan pemerintah juga harus lebih memerhatikan industri kreatif ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar