Selasa, 07 Maret 2017

Cinta dan Hargai Komik Indonesia



             


             BENGKULU – “Cintailah produk-produk Indonesia!” kita pasti sering mendengar slogan tersebut, slogan itu mengajak kita untuk mencintai dan menghargai produk-priduk dalam yang dibuat dalam negeri, tapi bagaimana dengan sebuah produk karya sastra yang disebut ‘Komik’ semua pasti tahu komik, tapi jika ditanya apa saja komik Indonesia yang diketahui, pasti sedikit yang mereka ketahui atau bahkan ada yang tidak tahu sama sekali sementara untuk komik dari produk luar negeri banyak yang tahu.

            Komik adalah sebuah karya sastra seperti novel namun bedanya dipadukan dengan visual gambar, sehingga dapat mengurangi kata-kata dan kata-kata itu dilengkapi dengan gambar yang dibuat oleh komikus itu sendiri. Kita semua tahu komik legendaris seperti Gundala Putera Petir karya almarhum Hasmi. Lalu bagaimana dengan komik lokal zaman sekarang? saat ini komik lokal sedang marak-maraknya tapi sayangnya yang mengetahui hal ini hanya mereka yang benar-benar pemerhati komik karena selain membaca komik terjemahan dari luar negeri mereka yang sangat juga memerhatikan perkembangan komik lokal. Mereka yang tidak mengetahui hal tersebut biasanya sudah sangat terhipnotis dan lebih peduli dengan komik terjemahan atau impor yang memang kualitasnya cukup tinggi. 

             Frida Seorang Warga Bengkulu yang sedang berbelanja komik di Gramedia Mega Mall mengatakan kalau komik Indonesia saat ini bagus, tapi gaya gambarnya terpengaruh dari luar negeri dan itu bukan masalah baginya karena itu bisa menarik pembaca, dan lagi komik yang dibuat tidak menghilangkan ciri khas Indonesia. Sementara Ridwan berpendapat bahwa komik lokal ini kalah dengan banyaknya komik-komik asing yang terus-menerus datang ke Indonesia.

            Jadi,sebenarnya komik karya anak bangsa zaman sekarang ini cukup bagus dan bahkan juga sudah ada yang Go International dengan kata lain sudah layak saing dengan komik terjemahan, itu semua karena adanya usaha dari komikus dan pihak publisher dan untuk pihak penjual seharusnya juga menghargai komik lokal dengan memajangnya di rak yang terlihat dan pemerintah juga harus lebih memerhatikan industri kreatif ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar