Senin, 20 Maret 2017

Ganti Pengurus, Ganti juga Sistemnya



     


        BENGKULU – Seperti yang kita Ketahui bahwa setiap penggantian menteri pendidikan di Indonesia maka akan berganti juga cara sistem pendidikan yang ada, misalnya saja saat menteri pendidikan dijabat oleh Anies Baswedan, saat itu Kurikulum baru dalam dunia pelajar muncul yang di sebut Kurikulum 13, dimana banyak siswa yang kurang senang tapi kurikulum ini sudah berjalan di sekolah-sekolah yang ditetapkan untuk menganut Kurikulum 13.
      Masa kepemimpinan Anies Baswedan sebagai menteri pendidikan tidak berlangsung lama karena kabinet kerja presiden jokowi kembali di Kocok ulang dan menteri pendidikan pun kembali diganti. Dan kini dijabat oleh Muhajir Effendi. Sejak diangkatnya dia sebagai menteri ia mulai bekerja layaknya menteri pendidikan, program kerjanya yang fenomenal waktu itu adalah Full day School, dimana jam belajar siswa kembali ditambah melebihi Kurikulum 13, siswa Mulai Belajar pada Jam 7 pagi dan pulang sekolah jam 5 sore, sementara hari sabtu dan minggu libur.
      Selain Full Day School, Pertengahan menjelang akhir tahun 2016 lalu ia mengeluarkan wacana akan dihapusnya Ujian Nasional Tingkat SD hingga SMA. Dan pendapat ini mendapat berbagai respon, baik itu respon yang mendukung dan juga respon yang menolak. Susilowati adalah Kepala Sekolah SDN 69 kota Bengkulu, ia tidak terlalu memusingkan akan adanya wacana ini baginya Ujian Nasional bisa dibilang penting bisa juga tidak karena Ujian Nasional bisa dipakai untuk tolak ukur kecapaian tingkat belajar siswa. Dibilang tidak terlalu penting karena tidak semua siswa baik di bidang akademik tapi banyak siswa yang menonjol dibidang non-Akademik.
      Susilowati berharap jika Ujian Nasional Dihapus maka diganti dengan sistem yang lebih baik sementara jika ujina nasional tetap ada maka sistemnya harus diperbaiki, sehingga Ujian Nasional tidak Menjadi “Momok” bagi siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar