Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Mendikbud) Muhadjir Effendy
mengatakan, Presiden Joko Widodo telah
berpesan bahwa kondisi ideal pendidikan di Indonesia adalah ketika dua aspek
pendidikan bagi siswa terpenuhi. dua aspek pendidikan itu ialah pendidikan
karakter dan pengetahuan umum. Untuk memenuhi pendidikan karakter di sekolah
itu, Kemendikbud akan mengkaji penerapan sistem belajar mengajar dengan Full Day school
Full
Day School ini bukan berarti para siswa belajar selama sehari penuh
di sekolah. Program ini memastikan siswa dapat mengikuti kegiatan-kegiatan
penanaman pendidikan karakter, misalnya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. lingkungan
sekolah harus memiliki suasana yang menyenangkan. Hal tersebut dapat dilakukan
dengan menerapkan pembelajaran formal sampai dengan setengah hari, selanjutnya
dapat diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler.
Walaupun begitu, masih banyak
yang menolak adanya Full Day School misalnya
Safira, Mahasiswa FKIP Universitas bengkulu “ Menurut saya sistem ini masih
belum cocok diadakan di Indonesia khususnya anak anak sekolah dasar, mereka
masih butuh waktu bermain dengan teman, istirahat, dan berkumpul dengan
keluarga” ujar Safira. Selain itu Fasilitas yang ada juga belum mumpuni untuk
menunjang sistem Full Day School.
Walaupun masih banyak yang
menolak tapi sangat membantu untuk mengembangkan karakter siswa sehingga
terhindar dari hal-hal negative seperti NARKOBA, Tawuran, Pergaulan bebas dan
hal-hal negative lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar