BENGKULU – Mencari ikan sampai ke tengah laut sudah
menjadi hal yang biasa bagi mereka para nelayan dan pulang dengan perolehan
yang cukup banyak tapi akhir-akhir ini cuaca buruk melanda Bengkulu dan
sekitarnya, kondisi seperti ini sudah terjadi sejak akhir tahun 2016 lalu dan
diperkirakan akan berlangsung hingga bulan maret 2017, cuaca yang tidak
bersahabat ini cukup mengganggu kususnya para Nelayan yang menggantungkan
hidupnya dengan menjaring ikat di laut, sehingga mereka jadi tidak bisa lagi
kelaut karena cuaca yang buruk.
Cuaca buruk yang melanda Bengkulu ini tidak
hanya hujan-hujan yang cukup lebat tapi juga angin angin kencang sehingga
terjadi badai di lautan, dalam hal ini yang membuat nelayan tidak berani ke
laut untuk menjaring ikan, akan tetapi masih saja ada nelayan yang nekat untuk
terjun ke laut menjaring ikan, tapi hal ini justru tidak membawa keuntungan
melainkan kerugian, kerugian seperti apa? Biaya besar. Ya, membutuhkan biaya
besar untuk sampai ketengah laut dengan kapal, dan hasilnya pun jauh dari modal
yang dikeluarkan untuk berlayar.
Nelayan di sekitar pantai Malborough adalah
seorang nelayan tulen sehingga mereka tidak memiliki pekerjaan lain selain
melaut jika kondisi cuaca sedang baik beberapa dari mereka menggunakan waktu
luangnya untuk memperbaiki alat-alat untuk melaut seperti jaring ikan atau
memperbaiki perahu atau kapal mereka ada juga yang hanya mengisi waktu luangnya
untuk sekedar mengobrol sesama nelayan.
Banyak nelayan yang menunggu kondisi cuaca
membaik tapi banyak juga yang tetap mencari ikan walaupun tidak jauh dari bibir
pantrai, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan aapa yang diharapkan karena
kondisi ikan saat ini yang jumlahnya tergolong sedikit membuat para nelayan
sedikit kebingungan untuk menambal kebutuhan sehari harinya, biar dibilang
begitu untungnya pengahilan yang kecil tersebut masih cukup untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari bagi keluarga nelayan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar